Al-Qur'an dan Hadis merupakan sumber ajaran islam yang tidak bisa dipisahkan. Hadis shahih adalah hadis yang diriwayatkan perawi yang diketahui keadilan dan kedhabitannya dari perawai yang semisal dari awal sanad sampai akhir hingga sampai kepada Rasulullah ﷺ tanpa terputus, dan selamat dari syaz dan 'illat. Hadis Hasan adalah sama dengan definisi hadis shahih, hanya saja tingkat hafalan dan kedhabitan perawinya lebih rendah dari derajat shahih. hadis dha'if yang memiliki banyak thuruq, Menurutu al-Qaradawi; Jika hanya kerena thuruqnya banyak namun kualitasnya sama maka sebuah hadis dhaif tidak berubah derajatnya. Namun Apabila sebuah hadis dhaif karena hadisnya mursal, tadlis, rijal majhul lalu ada riwayat lain yang menutupi kekukarang hadis tersebut maka derajat hadis dhaif disamakan dengannya.
Hadis Tasyri'iy dan Ghairu Tasyri'iy. Al-Qaradawi mengemukakan kaedah bahwa Hadis pada umumnya berfungsi sebagai sumber ajaran yang harus diikuti, dilaksanakan perintahnya dan dijauhi larangannya. Namun Ada hadis yang bukan sumber ajaran yang tidak dianjurkan untuk mengikutinya, yaitu urusan dunia semata. Selain urusan dunia dan agama harus diperhatikan juga konteks hadisnya; apakah dalam bentuk tablig, imam, Qadhi.
Hadis sebagai sumber ilmu pengetahuan dan peradaban. Dalam hal urusan dunia hadis bukan sumber utamanya, sedangkan di luar urusan dunia maka hadis menjadi sumber utama kedua setelah Al-Qur'an. Adapun akal dan panca indra manusia, ia merupakan alat dan perangkat penting yang diberikan Allah Ta'ala kepada manusia. Terkait fikih peradaban, maka hadis memberi arahan supaya manusian mengamati as-sunnah al-kauniyah, Fikih ilmu pengetahuan, Fikih kehidupan, Fikih Realitas, Fiqh Maqhasidhu As-syari'ah, Fikih Kemuliaan Syar'iah.
| Judul | PARADIGMA PEMIKIRAN HADIS YUSUF AL-QARADHAWI |
| Penulis | Dr. Ali Darta, M.A, Idris Siregar, M.Ag |
| Penerbit | PT JAILANI SYAHPUTRA PRESS |
| Kota Terbit | Sumatera Utara |
| Tahun | 2026 |
| Status | Rp. 92.000 |
| Kategori | Pendidikan & Literasi |